Sesosok Bunga Itu


Lihatlah, sesosok bunga itu,
Lemah, Layu,
Tak lagi ia mewangi malu,
Tak lagi ia menjadi kayu,

Terjebak dalam kegelapan,
Tertatih dalam keterbatasan,

Hanya mencoba mengiba pada seberkas cahaya yang tak kunjung menghinggapi mata,
Kasihan dia,

Itu dahulu,
Emansipasi, sebuah pergerakan,
Satu titik menuju perubahan,

Kini, lihatlah sesosok bunga itu,
Tak lagi ia lemah, tak lagi ia layu,

Sesosok bunga itu Cinta,
Sesosok bunga itu Wanita.

(Puisi ini dibuat dalam rangka Hari Kartini, 21/04/2011 dan mendapatkan peringkat ketiga untuk lomba membuat puisi dan deklamasi puisi pada acara Ladies Day yang diselenggarakan oleh PEMA FT Universitas Sumatera Utara)

Comments

Popular posts from this blog

Senandung Masa SMA - Persahabatan Bagai Kepompong

Tips Trik Cara bermain Game Clash of Clans (COC) untuk Pemula