Posts

Showing posts from February, 2015

Its about My Big-Fam

Image
Halo selamat pagi teman jejak kaki kecilkuh. Apa kabar? Wkwk. Akhirnya kali ini gue coba ngeblog setelah sebelum sebelumnya blog gue penuh dengan cerpen cerpen sok puitis nan romantis. 
Sebenernya gue kemaren itu coba ikut #30HariMenulisSuratCinta wkwk tapi gagal dapetnya cuma 4 kali doang. Sorry banget yaa buat yang kayaknya nungguin karya-karya gue (lebay) padahal aslinya dikit yang baca :/ terus penulisnya menghilang entah kemana.
Sebenernya gue ngga menghilang sih- lebih tepatnya mengurung diri. Gue lagi depresi. Jadwal seminar hasil gue diundur mulu. Minggu kemaren dosen yang itu gabisa, minggu depannya dosen yang satu lagi gabisa. Minggu ini dosen yang lain gabisa. Jadi bisanya kapaaan T.T (malah curcol). Disitu kadang saya merasa sedih.
Jujur gue udah kayak pengangguran banget sekarang. Tinggal nunggu ini 4 sks kelar. Seminar hasil-revisi-Sidang-revisi-Wisuda. Selesai. Jadi gue habiskan diri gue didalam kamar 3 x 4 ini. Meratapi nasib… galau, nangis sendiri sambil nonton drama…

Untuk Ibu Pertiwi #30HMSC7

Image
Sepucuk surat untuk Indonesia, Negara tempatku berpijak, tempatku melukis hidup dan berimajinasi
Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi dengan indonesiaku- Kulihat kau, sang ibu pertiwi, sedang bersusah hati, air matamu berlinang, merintih dan berdoa untuk kedamaian.
Kedamaian yang kau ingin hanyalah persatuan. Aku tau itu. Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda beda tetapi tetap satu jua. Janji kami untuk Indonesia terpampang jelas dalam genggaman erat burung garuda pancasila, Harta Pusaka Indonesia.
Namun itu semua dusta- Maafkan kami yang tak kunjung berbakti padamu ibu pertiwiku. Janji kami untu bersatu tak juga terlaksana. Harta pusakamu tak dapat kami lindungi. Lihatlah sekarang, pemerintahan sedang dilanda gempa berkepanjangan, perseteruan panas antar lembaga pemerintah, kepentingan partai, permainan politik dan orang orang golongan atas yang berkuasa. Yang haus akan kekuasaan, bersembunyi dalam topeng atau bisa bisa hanya menjadi boneka dan mengendalikanya dari belakang.
Aku lela…

Untuk Satu Kerinduan #30HMSC4

Image
Untuk satu kerinduan, yang rasanya tidak biasa untuk kali pertama. Yang rasanya terlalu nyata untuk dirasakan.. Yang rasanya ada beribu cerita namun kata kerap kali berdusta.
Tentang rindu, ada yang hilang dibalik semua itu- kenangan. Namun siapa sangka, kepingan mozaik memori waktu satu satu muncul silih berganti, pelan-perlahan satu-menyatu, memutar kembali cuplikan adegan dalam sandiwara kehidupan.
Kata memang berdusta pada awalnya, tak mau mengaku kalau ia rindu. Semakin ia tolak, maka benih rindu semakin subur tumbuh dalam hati. Semakin ia pangkas, akar rindu semakin merambat, bertunas tunas, membenarkan kata pepatah, muncul satu tumbuh seribu.
Akhirnya kata menyerah pada hatinya, untuk kali ini ia mengaku- ia rindu.
Ia rindu pada seseorang yang tak sempat ia katakan tentang perasaannya. Mungkin itu yang mengganjal. Mungkin itu benih kerinduan yang seharusnya sudah lama harus ia hancurkan. Dengan itu, mungkin segala rindu yang tertanam dalam hatinya akan musnah, hancur berkeping kepi…

Surat Untuk Langit Malam #30HMSC3

Image
Langit malam, tahu kah kau kalau aku mencintaimu? Dalam sehari, aku akan menyempatkan diri untuk melihatmu lima sampai tiga puluh menit, tergantung suasana hatiku. Kalau aku sedang gelisah dan tidak bisa tidur, aku bahkan bisa memandangmu berjam jam. Karena ku tahu, kau dapat memberiku kedamaian.
Tak ada yang bisa memberiku rasa damai seperti yang kau berikan padaku teman. Kedamaian yang kau beri sangat sederhana. Melihatmu bercumbu dengan angin malam seakan membawa seluruh rasa cinta dan rindu yang melekat dalam hatiku. Berharap, entah di Langit bagian mana, perasaan itu sampai untuk orang yang tepat.
Melihatmu memeluk bulan dan bintang dari belakang membuatku cemburu, aku lebih suka mereka berada disisimu, menemani waktu kencan kita berdua. Maaf juga kadangkala aku membuatmu terluka, aku ingin jujur bahwa aku juga sangat mencintai bulan yang bulat penuh- Itu membuatku merasa hangat. Hangat dalam damai. Semoga kamu tidak cemburu.
Aku tahu, hampir semua orang melihatmu- tapi tak ada yang…